Anggota DPRD Ikut Awasi Penerimaan Siswa Baru
Palangka Raya, 6/6 (ANTARA) - Anggota DPRD Palangka Raya akan ikut mengawasi pelaksanaan penerimaan siswa baru agar tidak ada penyimpangan terutama pungutan liar yang selama ini marak terjadi di setiap tahun ajaran baru.
"Pungutan liar (pungli) tidak hanya merusak reputasi dunia pendidikan, tetapi juga membuka peluang korupsi termasuk membebani setiap calon siswa," kata anggota Komisi III DPRD Palangka Raya Elsanto Harinatalno, Rabu.
Ia menilai setiap penerimaan siswa baru, terkadang ada oknum sekolah yang memanfaatkan momentum tersebut untuk mengambil keuntungan sendiri dengan janji bisa memasukkan anak ke sekolah yang dituju.
"Terlebih lagi pada sekolah favorit yang banyak peminatnya, ini berpotensi besar terjadi pungli karena sebagian masyarakat sering tidak mempedulikan karena yang penting anaknya diterima," katanya.
Ia meminta peran aktif orang tua siswa untuk ikut melakukan pengawasan dan melaporkan ke DPRD dan Dinas Pendidikan apabila ada pungli dilakukan oknum guru di sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Palangka Raya Ikwanuddin juga meminta masyarakat untuk mengawasi penerimaan siswa baru, dan melaporkan jika melihat ada penyimpangan.
"Larangan pungli tertuang dalam Permendikbud Nomor 60/2011 tentang larangan pungutan biaya pendidikan di SD dan SMP," katanya.
Kendati Permendikbud tersebut hanya berlaku untuk jenjang SD dan SMP, tidak serta merta pungli dapat dilakukan di tingkat SMA.
Segala pungutan di luar aturan yang ada harus dibicarakan dengan orang tua murid melalui komite sekolah, itu pun setelah anak diterima sebagai siswa di sekolah tersebut.
Disdikpora membuka pengaduan dari masyarakat yang menemui kecurangan dalam penerimaan siswa baru, sehingga Palangka Raya dapat menjadi kota pendidikan yang bersih dari penyimpangan.
"Pihak sekolah juga diminta benar-benar ketat mengawasi oknum guru yang ingin memanfaatkan peluang dalam penerimaan siswa baru," ujarnya.
Ia mengatakan akan memberikan sanksi tegas terhadap oknum guru yang terbukti melakukan pungli.
Namun sebaliknya orang tua murid juga jangan mencari peluang agar anak dapat diterima di sekolah yang diinginkan dengan berani membayar biaya berapa pun diminta.
"Percayalah kalau memang anak kita pintar pasti diterima, apalagi penerimaan di sekolah favorit menggunakan sistem 'online'," katanya.

